Think ®

let's think about it...

Best Friend

setiap orang biasanya selalu memiliki yang disebut teman baik atau best friend... seorang yang dapat dipercaya, seorang yang bisa dihandalkan dan terkadang seorang yang bisa diharapkan di saat suka maupun duka...

gua juga punya beberapa orang yang bisa disebut teman baik... entah itu sejak gua kecil, atau dijaman gua sekolah, atau dijaman gua kuliah, atau mungkin saat ini disaat gua uda kerja... beberapa mungkin hilang dan tak terdengar kabarnya... beberapa hubungan yang hilang itu menjadi tersambung lagi...

dan terkadang gua juga bingung jika ditanya apa kriteria seseorang untuk bisa menjadi teman baik... mungkin tidak ada kriteria pasti dan terkadang awalnya mungkin gua gak suka ama orang tersebut... mungkin bisa dibilang adanya sebuah chemistry yang bisa menyatukan gua dengan dia... karena mungkin adanya sebuah chemistry tersebut, gak setiap orang bisa menjadi teman baik...

nah... berkaitan dengan chemistry tersebut terkadang hubungan teman baik menjadi sedikit berbahaya ketika terjalin dengan lawan jenis... gua gak munafik pernah punya feeling dengan salah seorang teman baik gua yang berlawanan jenis, awalnya gua menyangkal dan berusaha untuk berbohong pada diri gua sendiri kalau semua itu palsu... tetapi sesuatu hal yang disebut 'love' atau cinta lebih mengambil peranan...

berat memang jika perasaan cinta itu timbul kepada teman baik... kata banyak ahli percintaan, menyatakan cinta terhadap teman baik itu seperti sebuah perjudian... kalau pas berarti untung, kalo gak pas berarti rugi... masih mending kalau rugi dan si teman baik masih mau diajak berteman, kalo gak... rugi dua kali lipat...:)

tulisan kali ini terinspirasi dari curhatan salah satu teman baik gua beberapa minggu yang lalu, teman baik gua ini seorang cowo...

"gua punya pacar dan kita berdua sudah memiliki rencana-rencana untuk masa depan kita... kita sudah sama-sama yakin dan keluarga kita pun sudah akrab sekali... tapi entah kenapa sekarang yang selalu ada di pikiran gua bukan pacar gua tapi si dia... boss gua di kantor!!
entah sejak kapan gua menjadi seperti ini... gua jadi lebih perhatian terhadap dia, terutama untuk hal-hal kecil... sekedar saling mengingatkan untuk sarapan atau makan siang... dan ketika gua butuh pertolongan hanya dia yang ada di pikiran gua untuk gua mintain pertolongan... dan gua yakin dia pun begitu, setiap membutuhkan pertolongan pasti gua orang pertama yang dia cari...
seakan-akan kantor ini cuma berisi kita berdua... tapi ini sesuatu yang gak masuk akal dan gila! dia atasan gua... dia lebih tua dari gua... dan gua sudah punya pacar yang siap untuk diajak married!
awalnya memang gua dan boss gua berteman baik... dia enak diajak ngobrol dan sebagai seorang atasan dia sangat banyak membantu gua di awal gua kerja... cewe gua sendiri pun kenal ama dia, beberapa kali kita jalan bareng dan mereka cukup akrab... tapi ini sebuah kegilaan kalo gua bisa punya feeling terhadap dia..."

curhatan yang rumit...
cinta memang gak mengenal usia... gak peduli si cowo lebih tua atau lebih muda, gak peduli jarak umur yang jauh atau dekat...
cinta juga tidak mengenal tempat... entah itu di kantor, sekolah, kampus, kos-kosan... bahkan penjara!
cinta juga tidak mengenal status sosial... entah dia senior... junior... atasan... bawahan...

untungnya dulu gua tidak sampai ke tahap seperti teman gua ini, meskipun gua punya feeling kepada teman baik gua tapi kita berdua sama-sama berstatus single...
dan kenapa gua menghentikan semua perasaan gua terhadap teman baik gua karena gua lebih takut kehilangan dia sebagai seorang sahabat...

dan beberapa waktu yang lalu teman gua sempat curhat lagi...

"entah apa yang harus gua lakukan sekarang... semakin gua berusaha menjauhi dia, semakin gua merasa kehilangan dia...
ada sesuatu di pikiran gua yang selalu memaksa untuk memikirkan dia... gua gak bisa membiarkan pulang kantor sendirian, gua gak bisa melihat dia stress dengan pekerjaan yang menumpuk... atau gua harus resign dari tempat ini agar semua kegilaan ini berhenti?"

itu kabar terakhir yang gua tahu tentang dia... dan kebetulan gua mengenal juga dengan boss teman baik gua itu... dan kebetulan juga beberapa waktu yang lalu dia curhat mengenai hal ini...
tunggu postingan gua selanjutnya...:)

who we are...

sebuah quote dari salah satu film favorite gua... The Last Samurai...

"I dreamed of a unified Japan... of a country strong and independent and modern... now we have railroads and cannon and western clothing... but we cannot forget who we are... or where we come from..."


Emperor Meiji

The Rose

Some say love it is a river
That drowns the tender reed
Some say love it is a razor
That leaves your soul to bleed
Some say love it is a hunger
And endless aching need
I say love it is a flower
And you its only seed

It's the heart afraid of breakin'
That never learns to dance
It's the dream afraid of wakin'
That never takes the chance
It's the one who won't be taken
Who cannot seem to give
And the soul afraid of dyin'
That never learns to live

When the night has been too lonely
And the road has been too long
And you think that love is only
For the lucky and the strong
Just remember in the winter
Far beneath the bitter snow
Lies the seed that with the sun's love
In the spring becomes the rose


By : Ken Hirai

Respect

hmm... blog terakhir untuk bulan ini...

kali ini sedikit ada kelanjutan dari kasus rekan kerja gua, seperti dugaan semula ternyata memang dia bohong selama ini...
entah mana aja yang bohong, tetapi mengenai dia sakit dan dirawat di rumah sakit terbukti bohong...

nah... sekarang ternyata berdampak terhadap rekan kerja gua yang lain, si pembohong ini bisa diterima kerja di kantor gua pada awalnya memang atas rekomendasi rekan kerja gua yang lain... seorang yang sudah cukup lama disini dan bisa dipercaya...
rekan kerja gua jadi sedikit tidak enak hati atas kelakuan temannya, meskipun hal ini sudah diungkapkan ke salah satu boss gua dan boss gua baik-baik aja... tetapi tetap aja ada perasaan gak enak yang masih nyangkut...

kejadian yang sama dialami oleh salah satu teman baik gua...
beberapa bulan yang lalu, teman gua melakukan sebuah tindakan yang membuat dia harus dikeluarkan dari tempat dia bekerja... sebuah kekhilafan yang membuat dia kehilangan segala-galanya...
gua bukan mau cerita mengenai tindakan dia, tapi mengenai hari terakhir di tempat dia bekerja...

hari itu, dia dipanggil untuk menyelesaikan segala administrasi dan surat pernyataan bahwa dia tidak boleh menginjakan kaki di kantor itu lagi...
setelah selesai segala administrasi dan menandatangani beberapa dokumen, dia diberi kesempatan untuk bertemu dengan rekan-rekan kerjanya terakhir kali... sebuah kesempatan sekali lagi untuk mengucapkan maaf terhadap rekan-rekannya...

perasaan kaget untuk harus bertemu rekan-rekannya membuat dia sedikit panik, dia yakin bakal banyak umpatan dan makian yang ditujukan pada dirinya...

setelah selesai mengucapkan maaf dan ditambah beberapa kata penyesalan, suasana masih hening... tak ada seorang pun berani berkomentar, sedikit diluar dugaan temen gua... sedikit muncul perasaan tenang...

hingga salah seorang rekannya berani mengeluarkan kata-kata...
"awalnya gua bangga bisa kerja bareng lu, seorang almamater sekolah gua juga... dulu gua yakin kita pasti bisa sukses bareng, sekolah kita tuh sekolah unggulan... tapi... sekarang gua cuma bisa malu..."

seorang rekan yang lain ikut berkomentar...
"gua yang merekomendasiin lu masuk sini... karena gua percaya ama lu... tapi........"

ditambah seorang rekan yang lain...
"dulu warung depan itu selalu rame gara-gara kita sering nongkrong disitu... mungkin warung depan bakal jadi sepi, gua gak tau mau ngomong apa kalo si bapak nanyain kabar lu..."

dan beberapa komentar yang lain dan akhirnya temen gua cuma bisa menangis... tak pernah terpikirkan olehnya kalau perbuatan dia ternyata berdampak banyak terhadap orang lain...

satu hal yang gua belajar dari kasus temen gua ini, sebagai manusia biasa sering kali ego lebih berbicara... sebuah tindakan yang mungkin secara tidak sadar bakal merugikan orang lain dilakukan begitu saja, ternyata selalu ada dampak-dampak lain yang timbul akibatnya...
entah orang yang mungkin saja sedikit terlibat ataupun tidak terlibat sama sekali... gua jadi lebih berhati-hati untuk melakukan segala hal apalagi ketika ego yang berbicara...

Fear

bulan ini mendapat pelajaran cukup berharga dari salah seorang rekan kerja gua...
mungkin pelajaran ini sudah pernah gua terima, cuma kali ini gua diingatkan kembali sebuah hal mengenai ketakutan...

ya... ketakutan... tetapi bukan dalam sisi yang negative, gua cuma diingatkan untuk tidak perlu takut akan segala hal selama kita tidak melakukan kesalahan...

salah seorang rekan kerja gua direncanakan akan resign dalam bulan ini... meskipun dia tergolong masih baru di kantor gua tetapi karena pekerjaan suaminya mengharuskan dia mengikuti kemanapun suaminya dipindahkan...

dari kantor gua sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, cuma 1 hal yang diminta dari kantor gua... minta dicarikan pengganti dia atau setidaknya menunggu sampai ada penggantinya... sebuah permintaan yang menurut gua masih masuk akal, pekerjaan dia cuma dia aja yang tahu... dan ditambah pula suaminya tidak jauh-jauh amat pindahnya, cuma Jakarta terus dikit...

tapi entah kenapa, dia ngotot untuk bisa keluar secepat mungkin... lebih cepat lebih baik...
alasan yang dia berikan antara lain, takut suaminya selingkuh... *kayaknya kalo ditinggal 1-2 minggu gak mungkin deh... ditambah dengar ceritanya, dia baik-baik aja tuh hubungan perkawinannya... dan ditambah lagi, pindahnya tuh cuma Jakarta terus dikit... tiap weekend juga bisa ketemu...*
alasan-alasan lain semakin lama semakin banyak dikeluarkan... cuma 1 hal yang membuat sedikit aneh, kenapa dia gak pernah ngomong masalah sekolah anaknya yah... dan kalo ditanya selalu dijawab dengan sedikit menghindar, seharusnya kan dia juga pusing mikirin sekolah anaknya... kok sepertinya tidak pernah dilontarkan...

sebuah kebohongan? entah lah... yang pasti sempat membuat boss gua marah aja...
ooppssss... itu sih pengakuan dia kalau si boss marah... atau sebuah tipu daya ke gua agar menarik simpati juga gak tau lagi...

sejak saat itu mulai terlihat dia yang semakin tidak niat untuk bekerja, meskipun akhirnya sudah dapat pengganti untuk posisi dia... seharusnya dia sudah tenang untuk resign bulan ini, cukup mengajarkan apa saja yang perlu diketahui si pengganti sampai akhir bulan ini...
buat gua seharusnya semua sudah lancar tidak perlu ada yang ditakutkan lagi... si boss setuju rekan kerja gua untuk resign... dan pengganti sudah ada...

tapi... entah kenapa minggu lalu dia tidak masuk kerja lagi...
alasan pertama, anaknya sakit cacar... entah benar entah bohong...
alasan kedua, dia sakit typhus dan harus dirawat di rumah sakit... entah benar entah bohong...
nah... dari alasan kedua ini semakin banyak hal mencurigakan... telephone dan SMS tidak pernah diangkat atau dibales...
beberapa rekan kerja gua yang lain ingin menjenguk tetapi tidak diberitahu rumah sakit mana tepatnya dia di rawat... menurut kabar yang sempat dia informasikan, dia harus dirawat minimal 4 hari sejak hari Jumat kemarin... hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah...

salah seorang rekan kerja gua yang lain menjadi penasaran dan mulai curiga, malah sempat mengerahkan beberapa temannya untuk menjadi detective dadakan untuk mencari informasi mengenai rekan kerja gua tersebut...

sampai akhirnya secara tidak sengaja sebuah hubungan telephone ke rumah rekan kerja gua tersebut berhasil dilakukan, tetapi diangkat oleh sang suami... ketika ditanya dimana istrinya, si suami menjawab...

"oo... lagi nganter anak saya ngeles sebentar..."

dor! katanya sakit? katanya baru keluar rumah sakit? kok nganter anak ngeles?
boleh dong curiga semakin bertambah...

dan gak lama kemudian rekan kerja gua tersebut akhirnya membalas SMS ke rekan kerja gua yang penasaran tadi...

"mbak... minta tolong jangan telephone ke rumah saya, terus terang saya keberatan... saya lagi sakit, baru keluar dari rumah sakit, berantem ama suami, terpaksa nganter anak ngeles... apalagi sih? mau saya mati?"

nah lho... kok isinya terkesan pembelaan diri atas sebuah kebohongan... dan menurut gua SMS tersebut cuma sebuah alibi untuk menutupi ketakutan dia terbongkar semua kebohongan yang dia lakukan selama ini...
kenapa mesti takut ditelephone kalau emang beneran sakit? kan mau nanya kabarnya...

dan entah lah... sampai saat ini tidak ada kabar lagi dari dia, entah dia bohong atau gak masih belum terbongkar... semoga aja memang dia tidak bohong selama ini...:)

buat gua... cukup buat belajar tidak perlu takut kalau tidak melakukan kesalahan...
kadang gua takut minta ijin ke boss gua kalau mau bolos kantor, takut nanti ketahuan pas jalan di mall... takut ini... takut itu...
seharusnya selama tidak melakukan kesalahan tidak perlu takut kan... pelajaran menarik untuk bulan ini :)

Home Sweet Home

terinspirasi dari kata-kata salah satu temen gua...
"married gak married... gua harus cari rumah..."

kebetulan ketika temen gua sedang mencari-cari rumah belakangan ini... kata-kata dia tiba-tiba nyangkut aja di kepala gua belakangan ini, entah kenapa gua merasa gak banyak orang bisa berpikiran seperti ini... meskipun mungkin temen gua juga diomongin oleh orang lain kata-kata tersebut...

buat gua... sampai usia segini, bisa dibilang gua uda mengalami 3 fase untuk masalah rumah tinggal...

fase pertama, gua tinggal bersama orang tau... dari lahir hingga lulus SMU, gua tinggal bersama orang tua...
bisa dibilang masa yang enak... bisa bebas semau kita, gak perlu memikirkan masalah rumah tangga... cukup bangun... makan... sekolah... tidur...
gak perlu pusing mikir bayar listrik atau air bulanan, gak perlu pusing rumah berantakan (paling diomelin ama orang tua)... bebas tetapi masih dikontrol oleh peraturan-peraturan yang dibuat oleh orang tua...

fase kedua, gua ngekos... gak semua orang seberuntung gua menikmati tinggal di kos-kosan... masa paling enak, bebas sebebas-bebasnya... gak ada yang peduli dengan apa yang kita lakuin, selain itu juga bebas mau pindah-pindah sesuka hati... asal ketemu yang cocok dan harga cocok, semua bisa diatur...
soal temen pasti banyak banget, apalagi kalau ketemu kos'an yang pas... gak ada tuh yang namanya kesepian atau malam minggu kelabu, selalu ada aja yang ngajak jalan...
tapi selain itu juga bikin gua jadi orang yang mandiri, belajar untuk menjadi orang dewasa... yah resiko karena gak ada lagi orang yang mengawasi, jadi lambat laun akan muncul sendiri tuh sifat mandiri...
dan yang pasti untuk fase kedua ini... FUN! hidup itu indah... hohoho...

fase ketiga, gua tinggal sendiri... berat untuk memulai apalagi didasari dengan fase kedua, uda kebayang bakal sendirian setiap hari... uda mulai mikir kalau setiap bulan bayar listrik, air, dan bayaran-bayaran lainnya...
dan kebayang juga kalo harus mengurusi rumah sendiri ataupun seandainya menggunakan jasa orang lain, berarti harus ada dana yang perlu disisihkan untuk membayar jasa tersebut...
awalnya gua menolak dan merasa berat...
tapi setelah 1 tahun lebih gua jalanin ternyata fase ini yang membuat gua menjadi orang lebih baik... lebih mandiri dan mungkin lebih dewasa... baru setahun aja gua mengalami banyak hal yang menarik dan terkadang gua gak sabar untuk menjalanin tahun-tahun yang akan datang...

dengan tinggal di rumah sendiri gua mulai belajar untuk menjaga semua barang milik gua... gak mungkin kan kalo rumah gua bocor terus gua tinggal pindah rumah (gak kayak waktu ngekos...)
gak jadi lebih peduli arti penggunaan listrik dan air... lebih peduli untuk menjaga lingkungan rumah gua, gimana orang bisa betah dirumah kalau rumahnya berantakan... atau gak mungkin kan mandi di kamar mandi yang lumutan...
dan pasti gak akan menerima tamu dengan keadaan rumah berantakan dan kotor kan... kata-kata "sorry yah rumah saya berantakan" sudah dimengerti oleh banyak orang kalau artinya si pemilik rumah tidak peduli dengan rumahnya...
kesepian... mungkin awalnya, masa transisi pasti harus dilewati tetapi setelah berjalannya waktu ternyata banyak hal yang bisa dilakukan di rumah sendiri... mulai berpikir untuk berkreasi dengan rumah sendiri, menabung untuk membeli keperluan yang bisa digunakan di rumah...

untuk membeli keperluan rumah, gua punya cerita waktu dulu gua ngekos... di salah satu kos gua dengan terpaksa gua membeli lemari tambahan karena lemari yang disediakan terlalu kecil... dan lemari yang gua beli adalah lemari yang termurah di toko yang gua datangin, karena gua tau suatu saat gua akan membuang lemari itu... gak mungkin gua bawa-bawa kalau seandainya gua pindah kos atau gua pindah rumah...
beli yang mahal untuk jangka panjang? anak kos sepertinya gak pernah berpikiran seperti itu deh... he..he..
dan sedangkan waktu gua uda di rumah sendiri, gua jadi membeli barang dengan kualitas yang bagua dan tahan lama... gua gak mungkin beli yang termurah tapi dalam waktu 1-2 tahun harus beli lagi...

dan fase ketiga ini yang bisa dibilang fase yang paling menarik buat gua... entah apa itu, mungkin hanya orang-orang yang sudah tinggal sendiri yang bisa merasakan...

dan akhirnya gua tau apa itu perasaan home sweet home sesungguhnya...:)

funny...

sedikit lucu aja menurut gua, belakangan ini ABG suka ke mall bawa camera SLR...

setiap moment emang sangat berharga untuk dilewatkan...